Negara
Indonesia sempat ramai oleh golongan yang menolak pancasila. Mereka yang
mendukung maksimal khilafah secara terang-terangan menolak keberadaan
pancasila. Padahal pancasila adalah warisan jenius leluhur bangsa. Para
pendahulu mampu menciptakan sebuah ideologi yang plural untuk mengantisipasi berbagai
keberagaman masyarakat Indonesia. Bukan ideologi liberal maupun komunis, akan
tetapi sebuah pondasi Negara yang sangat cocok untuk iklim Indonesia yakni
Pancasila.
Islam,
merupakan agama dengan pemeluk terbanyak di Indonesia. Namun, Indonesia
tidaklah cocok apabila ditegakkan sebuah sistem yang tunduk pada hukum islam
(khilafah.red). Mengingat masyarakat Indonesia yang heterogen, maka sebenarnya
islam dan pancasila sangatlah tidak berbenturan. Apabila masih ada yang
mengatakan demikian, itu hanyalah hasil proyek yang telah jadul. Karena Jendral
AH.Nasution ketika menjabat sebagai ketua MPRS kala itu mengatakan, “membenturkan
pancasila dan islam telah dilakukan oleh PKI”.
![]() |
| www.google.com |
Pemerintah
memang sudah membubarkan ormas-ormas yang berkeinginan mengobrak-abrik
pancasila. Tetapi bibit-bibit khilafah kemungkinan masih bertunas dan tumbuh
subur di Negara kita tanpa diketahui. Beragam kajian, forum, hingga postingan
seputar idealisme khilafah masih merebak dimana-mana. Doktrin khilafah merasuki
alam pikiran generasi muslim muda khususnya. Kampus menjadi sasaran yang sangat
empuk untuk menyebarkan faham kontra NKRI dengan sangat lembut dan samar-samar.
Wacana
khilafah memang sudah surut belakangan ini. Berita-berita terkait kampanye
khilafah sepi dibicarakan. Namun demikian, propagandanya sudah menusuk jantung
pluralisme negara Indonesia. Sehingga pertumbuhannya di Indonesia tidak pantas
untuk diabaikan. Lalu bagaimana dengan pancasila? Apakah pancasila dapat
tergantikan? Bagaimana gerakan masyarakat untuk tetap berpondasikan di atas
landasan fundamental Negara?
Kelompok
pro-khilafah seharusnya lebih teliti dalam membaca kondisi. Mereka meski harus
mencoba menelaah secara mendalam tentang landasan teologis dan historis
pancasila. Pancasila secara substantif sudah sesuai dengan prinsip khilafah
yang amar makruf nahi munkar. Bahkan dalam al-Quran juga dijelaskan
masalah pluralitas umat beragama (Surat Al-Imran Ayat 64). Al-Quran juga
mengajarkan untuk saling menerima pendapat orang lain. Apabila kelompok khilafah
tetap intoleran dan menganggap sistemnya yang paling benar, maka esensi
keislamannya dipertanyakan.
Menurut
Edi AH Iyubenu dalam bukunya yang berjudul Berhala-berhala Wacana
mengatakan bahwa pancasila sudah sangat islami. Demokrasi pancasila sangat
relevan dengan corak Indonesia, sehingga tidak sepantasnya diobrak-abrik dengan
dalih syariat maupun ideologi apapun. Bahkan sesuai dengan keteladanan
Rasulullah SAW. untuk bermusyawarah dalam mencapai mufakat. Sudah sepatutnya
seluruh umat muslim di Indonesia menerima dan mendukung penuh Pancasila sebagai
ideologi fundamental Negara.
Writer : Ariny S.
Writer : Ariny S.

Dimohon komentator menggunakan bahasa yang sopan. Tidak merendahkan, memojokkan dan melecehkan kelompok lain. Terima Kasih
EmoticonEmoticon