‘Kladuk Wani Kurang
Dugo’ begitulah kiranya pepatah jawa mengatakan tentang
kritik etika. Etika merupakan sesuatu yang menjadi dasar nilai-nilai yang
disepakati secara konvensional. Dengan kata lain nilai-nilai dalam masyarakat
seperti adat istiadat sudah menjadi hukum mutlak meski tidak tertulis. Salah
satu nilai yang sangat dijunjung tinggi masyarakat Indonesia, khususnya Jawa,
adalah tentang anggah-ungguh (kesopanan).
Melihat kondisi
sekarang, seringkali nilai tersebut sudah semakin terkikis oleh zaman. Norma
kesopanan menjadi sesuatu yang dengan tidak sadar semakin hilang dari pola
kehidupan. Misalnya, banyak ditemui anak-anak yang berperilaku tidak sopan
kepada orang tua. Dengan cara berbahasa dan bertingkah-laku seenaknya,
anak-anak modern sekarang ini sudah semakin tidak mengerti aplikasi dari
praktik kesopanan.
Masyarakat Jawa,
klasifikasi dalam berbahasa sangat dihormati. Bahasa adalah alat untuk
berkomunikasi. Bahasa, dalam hal ini Jawa, memiliki klasifikasi atau
penggolongan bahasa untuk berkomunikasi dengan orang yang lebih tua, sebaya,
dan dengan orang yang lebih muda. Bahasa Jawa memiliki kaidah-kaidah dan aturan
berbahasa sendiri yang diwariskan oleh orang-orang terdahulu secara
spontanitas. Yakni melalui praktik berbahasa dalam komunikasi sehari-hari
secara langsung.
Cerminan kebiasaan yang
luhur itu sudah tidak lagi terjadi di masa sekarang. Banyak masyarakat yang
tidak paham akan pentingnya menjaga tradisi berbahasa kesukuan. Dengan alasan trend
zaman, masyarakat lebih suka melatih anaknya dari kecil dengan berbahasa
Indonesia dan melalaikan bahasa dimana ia dilahirkan, contoh; bahasa Jawa.
Sehingga anak-anak hasil ketidakpahaman ini, menghasilkan generasi yang
tindak-tanduknya dalam kondisi miris. Banyak remaja-remaja dan orang dewasa
yang tidak mampu berbahasa Jawa kepada lawan bicara yang lebih tua dengan sopan
dan benar.
Melihat hal semacam
ini, orang tua yang semestinya dihormati dengan berbahasa yang halus serta
dimengerti, dikomunikasikan dengan bahasa nasional yang seringkali orang di
usia senja kurang mampu memahami dan mempraktikkannya. Orang tua terkadang
tidak membutuhkan suatu penghormatan. Akan tetapi hal ini lebih kepada suatu
bentuk norma kesopanan kepada orang tua, yang sudah selayaknya dilakukan seseorang
yang lebih muda. Etika itu semacam proses yang abstrak, sehingga dapat dibentuk
melalui perilaku dan sikap sehari-hari. Tentu saja pembentukan ini dilakukan
oleh keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat dimana ia tinggal.
Berbahasa
Indonesia dengan baik dan benar sangat
diperlukan. Akan tetapi sebagai calon generasi bangsa yang berbudaya, bahasa
daerah sudah semestinya dijaga dan dilestarikan juga. Bahasa daerah sebagai
wujud dari kekayaan budaya negara Indonesia. Sedangkan etika/kesopanan
merupakan suatu karakter luhur masyarakat Indonesia.
Semoga para orang tua
dan masyarakat Indonesia segera menyadari bahwa trend tidak harus
melupakan asal budayanya, seperti kacang yang lupa akan kulitnya.


Dimohon komentator menggunakan bahasa yang sopan. Tidak merendahkan, memojokkan dan melecehkan kelompok lain. Terima Kasih
EmoticonEmoticon