Banyak beredar berita-berita terkait instruksi registrasi ulang kartu prabayar akhir-akhir ini. Karena terselip disetiap informasi bahkan sort message service pun di kirimkan oleh operator terkait peringatan hal tersebut. Intruksi ini tidak semena-mena, akan tetapi berdasarkan dengan Peraturan Mentri Kominfo No.14 tahun 2017 tentang registrasi Pelanggan Jasa Telekomunikasi.
Alasan dari kominfo
sebagaimana dikutip dari kominfo.go.id adalah untuk mencegah
penyalahgunaan nomor pelanggan, utamanya prabayar. Menurut penjelasan dari
kominfo apabila tidak melakukan registrasi dalam waktu yang telah ditentukan
yaitu 31 Oktober 2017 hingga Februari 2018, maka kartu aktif yang digunakan
pelanggan akan di blokir atau tidak dapat dipergunakan lagi.
Dari informasi yang
didapatkan, masyarakat pun berbondong-bondong melakukan registrasi karena tidak
mau ambil resiko jika ada hal yang tidak diinginkan. Lagipula keamanan data
akan dijamin oleh kominfo. Bahkan tercatat ada 1 juta pelanggan melakukan registrasi
kartu SIM setiap harinya.
Respon masyarakat pun berbeda-beda. Tentu juga dikarenakan banyaknya berita yang sliweran membahas dua kutub yang berbeda. Beberapa berita menganjurkan registrasi ulang sesuai data yang valid sekaligus informasi-informasi yang mempermasalahkan perihal registrasi. Masyarakat pun dibuat bingung oleh perspektif yang berlawanan ini. Sehingga saat ini masyarakat semakin sulit membedakan antara berita dengan ‘maha benarnya’ dengan berita hoax yang setiap detik masuk ke gadget kita.
Tiba-tiba saya teringat
istilah ‘suudzonisme’ ketika sedang melakukan ibadah ngopi beberapa waktu lalu bersama
kawan-kawan. Melihat fenomena respon
masyarakat yang mengkritik instruksi
kominfo tersebut merupakan bentuk sikap suudzon dan kritik terhadap pemerintah. Saya
menilai disini bukan terkait informasi hoax yang disebarkan atau sikap
tidak sukanya beberapa pihak terhadap pemerintah. Akan tetapi kelihaiannya dalam mengungkapkan
segala resahnya. Juga asumsi-asumsi tentang permainan politik menjadi gagasan
yang menarik untuk dikaji. Karena berbagai kemungkinan dapat terjadi tanpa bisa
ditebak.
Saya yakin rakyat
memiliki kecerdasannya sendiri. Sikap selektif dan skeptik memang perlu
berkembang di kehidupan sosial, apalagi untuk mengkonsumsi informasi yang
menjadi makanan sehari-hari. Jadi silahkan melakukan registrasi untuk menghormati instruksi dari kominfo, supaya eksistensi mereka tetap diakui.
Tulisan ini hanyalah dibuat
oleh seseorang yang kerjaan setiap harinya ‘ngopi’ sambil menikmati
asap yang mengepul di dekatnya setiap kali.
#arinisejati18.blogspot.com

Dimohon komentator menggunakan bahasa yang sopan. Tidak merendahkan, memojokkan dan melecehkan kelompok lain. Terima Kasih
EmoticonEmoticon